SRAGEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, namun juga menjadi garda terdepan dalam memperkuat kualitas kesehatan masyarakat. Melalui Posyandu Mekarsari di Dukuh Katukan, Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Satgas TMMD pada Selasa (5/5/2026) menyelenggarakan pelayanan terpadu yang menyentuh seluruh lapisan usia.
Kegiatan ini adalah manifestasi nyata kolaborasi antara TNI, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara komprehensif, mulai dari balita hingga para lansia yang telah banyak berkontribusi.
Fokus layanan Posyandu kali ini tertuju pada pencegahan stunting serta pemantauan tumbuh kembang anak. Para petugas dengan penuh perhatian melakukan pemeriksaan lengkap, mulai dari penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar kepala, hingga lingkar lengan. Tak hanya itu, anak-anak juga berkesempatan mendapatkan imunisasi, vitamin, obat cacing, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi yang sangat penting untuk masa pertumbuhan mereka.
Para orang tua pun tak luput dari perhatian, mereka diberikan edukasi mendalam mengenai pola asuh anak yang sehat dan signifikansi pemantauan tumbuh kembang secara rutin. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan buah hati mereka.

Bagi kelompok lansia, pelayanan kesehatan mencakup pemeriksaan tekanan darah, kadar gula, asam urat, dan kolesterol. Sebuah sentuhan lebih jauh, kegiatan ini juga dibarengi dengan edukasi literasi dan aktivitas fisik ringan yang dirancang khusus untuk menjaga kesehatan mental, sekaligus sebagai langkah preventif terhadap risiko demensia.
Sementara itu, kelompok remaja dan usia produktif mendapatkan penyuluhan vital mengenai gaya hidup sehat dan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular yang seringkali luput dari perhatian.
Sri Hartati, Bayan Desa Puro, dengan bangga menyatakan bahwa Posyandu kini telah bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Posyandu saat ini tidak hanya fokus pada kesehatan. Kami sudah menerapkan enam Standar Pelayanan Minimal yang mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, sosial, ketertiban, hingga perumahan rakyat, ” jelasnya, menunjukkan perkembangan signifikan dari sekadar pos kesehatan.
Beliau menambahkan, para kader Posyandu juga memegang peranan krusial dalam menyerap aspirasi warga, yang kemudian menjadi masukan berharga untuk perencanaan pembangunan desa yang lebih inklusif.
Kehadiran Satgas TMMD di lokasi kegiatan memberikan gelombang energi positif yang terasa di tengah masyarakat. Para prajurit terlihat aktif membantu kelancaran pelayanan, mulai dari mendampingi balita dengan penuh kesabaran hingga memberikan edukasi ringan yang mudah dicerna oleh warga.
Keterlibatan aktif TNI ini dinilai mampu mendongkrak partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong yang menjadi nadi pembangunan desa.
Program nonfisik TMMD ini diharapkan mampu menanamkan dampak jangka panjang, khususnya dalam membangun kesadaran masyarakat akan esensi kesehatan sejak dini. Sebuah fondasi kuat untuk generasi mendatang.
“Dengan kegiatan seperti ini, kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Ini adalah langkah awal menuju terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, ” ungkap Sriyani, salah seorang petugas kesehatan di lokasi, menyuarakan harapan besar akan masa depan yang lebih cerah.
Melalui pendekatan yang holistik ini, TMMD Reguler ke-128 tidak hanya membangun infrastruktur fisik desa, tetapi juga secara fundamental membangun kesehatan masyarakat, yang merupakan kunci utama menuju masa depan yang lebih baik dan berdaya saing.
(Agung)
