Prajurit TNI Satgas TMMD Sragen Berubah Menjadi Guru Ngaji, Hangatkan Hati Santri

    Prajurit TNI Satgas TMMD Sragen Berubah Menjadi Guru Ngaji, Hangatkan Hati Santri
    Anggota Satgas TMMD Reguler ke-128, Praka Bazir dan Pratu Aziz, menjadi guru ngaji di aktivitas Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Selasa (12/5/2026).

    SRAGEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Kelurahan Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, tak hanya menyisakan jejak pembangunan fisik. Di balik kesibukan membangun desa, terselip kisah humanis yang menghangatkan hati para santri cilik.

    Kehangatan itu terasa di serambi Masjid Nurul Huda, Dukuh Terikkalang, pada Selasa sore, (12/5/2026). Setelah menunaikan Sholat Ashar berjamaah, dua anggota Satgas TMMD, Praka Bazir dan Pratu Aziz, terpanggil untuk membantu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang tengah berlangsung.

    Mereka mengamati sekumpulan santri putra yang mulai kehilangan fokus belajar mengaji. Di tengah riuhnya canda dan tawa anak-anak yang berlarian, seorang ustadzah tampak berjuang mengendalikan suasana. Kepedulian prajurit TNI pun membuncah.

    “Kasihan ustadzah mengajar sendirian dengan jumlah anak cukup banyak. Anak-anak laki-laki juga perlu pendampingan supaya tetap semangat belajar, ” ujar Praka Bazir di sela kegiatan.

    Tanpa ragu, kedua prajurit itu merapat, duduk lesehan bersama para santri. Dengan sabar, mereka membimbing bacaan iqro dan Al-Qur’an satu per satu. Kehadiran sosok TNI yang tak terduga itu seketika mencairkan suasana, mengubah sesi belajar yang tadinya sedikit gaduh menjadi lebih hidup dan penuh semangat.

    Tawa riang dan celoteh polos santri berpadu dengan arahan para prajurit. Mereka antusias mengikuti setiap pelajaran huruf hijaiyah dan perbaikan bacaan yang diberikan dengan penuh ketelatenan.

    Arva (8), salah seorang santri, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Senang diajari bapak TNI. Jadi lebih semangat dan nggak bosan belajar iqro, ” tuturnya sambil tersenyum lebar.

    Apresiasi datang dari warga setempat atas inisiatif Satgas TMMD ini. Selain berkontribusi pada pembangunan desa, kehadiran TNI dinilai mampu membangun ikatan emosional yang kuat dengan masyarakat, terutama anak-anak.

    Babinsa Kelurahan Plumbungan, Serma Sugeng, menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda sebagai bagian dari pengabdian TNI. “Karakter anak harus dibangun sejak dini, baik melalui pendidikan formal maupun kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat. Mengaji bukan hanya belajar membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk akhlak, disiplin, dan sopan santun anak-anak, ” tegasnya.

    Ia berharap, kehadiran anggota Satgas TMMD di tengah aktivitas keagamaan ini dapat menjadi motivasi sekaligus teladan positif bagi generasi muda di desa.

    Kisah sederhana di Masjid Nurul Huda ini menjadi bukti nyata bahwa TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, ia adalah perwujudan kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, jalinan kebersamaan antara TNI dan rakyat yang tulus.

    Dari serambi masjid desa, tumbuh ketulusan yang mempererat kebersamaan serta menanam harapan lahirnya generasi Qurani yang berakhlak mulia dan cinta tanah air.

    (Agung)

    tmmd128 kodim0725sragen tmmdsragen tnimanunggalmembangundesa gurungajitni masjidnurulhuda sragen jateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Talud TMMD Kodim Sragen Rampung 100 Persen,...

    Artikel Berikutnya

    TMMD Kodim Sragen Gandeng Kejaksaan, Warga...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ngopi Bareng Warga, Danramil Karangmalang Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat
    Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Percantik Lokasi Penutupan TMMD ke-128
    DLH Sragen dan Satgas TMMD Bersinergi Poles Lokasi Penutupan TMMD
    Sentuhan Akhir TMMD: Taman Harmoni Sragen Makin Cantik
    Jalan Mulus Desa Puro Sragen Segera Diresmikan Pangdam IV/Diponegoro

    Ikuti Kami