SRAGEN - Di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, sebuah kisah menyentuh hati terungkap berkat program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Program ini tidak hanya menyentuh sisi pembangunan infrastruktur, tetapi juga merajut kembali asa masyarakat melalui kepedulian mendalam.
Fokus utama kali ini adalah rumah Ibu Sukarni (56), seorang janda tangguh yang menggantungkan hidupnya dari mencari pasir di sungai. Sebelumnya, huniannya berada dalam kondisi memprihatinkan, menjadi saksi bisu perjuangan seorang ibu yang harus berjuang sendirian sejak kepergian suaminya demi menafkahi keluarga.
Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Mabesad yang dipimpin oleh Brigjen TNI Joni Pardede, S.Sos., tak luput meninjau langsung progres pembangunan rumah Ibu Sukarni pada Jumat (8/5/2026). Kedatangan rombongan disambut haru oleh Ibu Sukarni, yang melihat bantuan ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan secercah harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik.

"TMMD bukan hanya membangun jalan atau rumah, tetapi juga membangun kepedulian dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Rumah ini menjadi simbol hadirnya negara untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, " ujar Brigjen TNI Joni Pardede, menegaskan esensi program TMMD.
Dansatgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menekankan bahwa pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) seperti milik Ibu Sukarni menjadi prioritas utama.
"Kami bersama warga terus bergotong royong agar pembangunan rumah Ibu Sukarni dapat selesai tepat waktu sehingga segera bisa ditempati dengan nyaman dan aman, " jelasnya.
Semangat kebersamaan antara personel TNI dan warga sekitar terlihat begitu kental. Tepian Dukuh Katukan RT 16 Desa Puro, yang semula sunyi, kini ramai oleh aktivitas gotong royong. Warga bahu-membahu membantu pengerjaan rumah Ibu Sukarni, sebuah bukti nyata solidaritas dan cerminan semangat yang selalu menghiasi setiap pelaksanaan TMMD.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen membuktikan kembali bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukanlah sekadar slogan. Ia hidup dan bernapas dalam setiap aksi nyata, setiap tetes keringat yang tertumpah demi masa depan yang lebih cerah bagi masyarakat.
(Agung)

Updates.