SRAGEN - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 di Kodim 0725/Sragen kini memasuki fase krusial. Dengan semangat percepatan pembangunan fisik dan kegiatan pemberdayaan masyarakat, sosok Pasiter Kodim 0725/Sragen, Kapten Kav Anang Eko Prasetyo, menjadi garda terdepan dalam memastikan seluruh agenda program berjalan mulus dan sesuai target.
TMMD Reguler ke-128 yang berpusat di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, telah dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada 22 April 2026. Sejak saat itu, Kapten Kav Anang Eko Prasetyo memegang kendali sebagai koordinator lapangan, bertanggung jawab penuh atas kelancaran seluruh sasaran, baik fisik maupun nonfisik, untuk mencapai penyelesaian 100% sebelum program berakhir.
“Tugas kami memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana, baik pengerjaan fisik maupun kegiatan nonfisik. Sinergi antara personel TNI dan masyarakat harus terus terjaga agar seluruh sasaran dapat selesai tepat waktu tanpa mengurangi kualitas hasil pembangunan, ” ujar Kapten Kav Anang Eko Prasetyo, Jumat (8/5/2026).
Ia menambahkan bahwa pengawasan ketat diberlakukan di setiap titik pekerjaan. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya yang ada agar lebih efektif dan efisien dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Fokus utama pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 tahun ini mencakup sejumlah proyek infrastruktur vital. Pembangunan jalan cor sepanjang 1.100 meter, talud jalan sepanjang 150 meter, rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembangunan 10 unit jamban sehat, serta pembuatan satu unit sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, menjadi prioritas utama.
Lebih dari sekadar pembangunan fisik, TMMD juga membawa berbagai program nonfisik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan langsung masyarakat. Inisiatif ini meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan dan keluarga berencana, pencegahan stunting, pelayanan Posyandu, edukasi penyakit tidak menular, pembinaan keamanan dan ketertiban masyarakat, sosialisasi bahaya narkoba, hingga penyuluhan di sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pembinaan mental dan rohani.
Kapten Anang menekankan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari rampungnya pembangunan infrastruktur, namun juga dari terjalinnya hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat. Ia merasakan langsung bagaimana semangat gotong royong ini menjadi pendorong utama.
“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Harapannya, seluruh hasil pembangunan ini nantinya benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat perekonomian desa, ” katanya.
Dukungan penuh dari masyarakat Desa Puro menjadi salah satu pilar kesuksesan TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen. Semangat kebersamaan antara warga dan personel TNI terbukti ampuh mempercepat laju pembangunan di wilayah tersebut. Dengan pengawasan dan koordinasi yang terus ditingkatkan, seluruh target TMMD diharapkan dapat terselesaikan tepat waktu, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan secara luas oleh masyarakat.
(Agung)

Updates.