SRAGEN - Menjelang penutupan program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, semangat pengabdian anggota Satgas bersama warga Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, justru semakin terasa membara. Sisa waktu yang kian menipis, hanya tinggal 11 hari lagi, tak mengurangi tekad untuk menuntaskan seluruh sasaran fisik yang telah dicanangkan. Kebersamaan yang terjalin erat menjadi bahan bakar utama semangat ini.
Pagi itu, Minggu (10/5/2026), suasana di ruas jalan desa yang menjadi lokasi pembangunan begitu hidup. Apel pagi yang dipimpin langsung oleh Danton Satgas TMMD, Lettu Arh Ifa Aiwan, menjadi penanda dimulainya kembali aktivitas. Di bawah hangatnya mentari, deretan prajurit TNI berseragam loreng berdiri berdampingan dengan warga Desa Puro, sebuah pemandangan yang sarat makna.

Arahan yang diberikan oleh Danton Satgas menjadi suntikan semangat bagi seluruh personel, baik dari TNI maupun masyarakat, sebelum mereka kembali melanjutkan pekerjaan pembangunan jalan desa dan sasaran fisik lainnya. Keberadaan anggota TNI yang berdiri sejajar dengan warga adalah simbol nyata dari kekompakan yang menjadi ruh program TMMD. Tidak ada sekat, hanya satu tujuan mulia: menghadirkan pembangunan yang benar-benar bermanfaat bagi kemajuan desa.
“Semangat anggota Satgas dan warga sampai hari ini masih sangat luar biasa. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama kami untuk menyelesaikan seluruh sasaran TMMD dengan hasil terbaik, ” ujar Lettu Arh Ifa Aiwan.
Lettu Arh Ifa Aiwan menambahkan bahwa sisa waktu pelaksanaan program akan dimanfaatkan semaksimal mungkin demi memastikan semua pekerjaan rampung sesuai jadwal. Baginya, program TMMD lebih dari sekadar membangun infrastruktur fisik; ini adalah tentang mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan kembali nilai-nilai luhur gotong royong antara TNI dan masyarakat.
“TMMD bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat saling membantu di tengah masyarakat, ” tambahnya.
Bagi penduduk Desa Puro, apel pagi sebelum memulai pekerjaan bukan sekadar rutinitas. Momen ini telah menjelma menjadi simbol kekompakan dan perjuangan bersama yang mereka rasakan sepanjang pelaksanaan TMMD. Meskipun tenaga mulai terkuras dan waktu semakin berpacu, tak ada keluhan yang terdengar. Justru, semangat gotong royong yang tak pernah padam terus mengalir, didorong oleh harapan besar agar pembangunan jalan desa ini kelak dapat meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan seluruh warga.
(Agung)

Updates.