SRAGEN - Di sebuah teras warung sederhana milik Bu Watik di Dukuh Terik Kalang, Desa Plumbungan, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, suasana hangat nan akrab terjalin tanpa sekat. Tawa ringan, obrolan santai, hingga aroma kopi hangat menjadi saksi bisu lahirnya ikatan kuat antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan masyarakat dalam program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen, Selasa (12/5/2026).
Di sela-sela kesibukan pengecoran jalan dan pembangunan fasilitas desa, para anggota Satgas TMMD menemukan momen berharga untuk beristirahat dan bercengkerama dengan warga di warung mungil tersebut. Dengan seragam yang masih berbalut debu dan peluh sisa pekerjaan di lapangan, para prajurit TNI merasakan kedekatan emosional yang mendalam dengan masyarakat setempat.
Memasuki hari ke-20 pelaksanaan TMMD, warung Bu Watik telah menjelma menjadi tempat favorit bagi anggota Satgas untuk melepas lelah sekaligus berbagi cerita dengan warga. Di sinilah hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat terjalin erat, layaknya sebuah keluarga.
Bu Watik, sang pemilik warung, mengungkapkan kebahagiaannya sejak kehadiran Satgas TMMD di desanya. Warung yang biasanya sepi kini selalu ramai setiap sore.
“Dulu sore hari biasanya sepi, sekarang jadi ramai karena bapak-bapak TNI sering mampir ngopi dan istirahat di sini. Rasanya warung jadi lebih hidup, ” ujar Bu Watik sambil tersenyum.
Ia menilai kehadiran Satgas TMMD membawa nuansa baru yang penuh kebersamaan. Menurutnya, warga kini merasa lebih dekat dengan TNI berkat interaksi aktif dan bantuan yang diberikan para prajurit.
“Sekarang kami jadi lebih akrab dengan bapak-bapak TNI. Mereka ramah, suka membantu warga, dan sering ngobrol santai di sini. Rasanya seperti keluarga sendiri, ” tambahnya.
Mukti, salah satu anggota Satgas TMMD, merasakan keramahan warga menjadi penyemangat tersendiri baginya dan rekan-rekannya yang setiap hari bekerja keras di lokasi pembangunan.
“Bu Watik sudah seperti keluarga bagi kami. Warung ini jadi tempat istirahat yang nyaman setelah bekerja seharian. Kehangatan warga membuat kami merasa benar-benar diterima, ” ungkap Mukti.
Ia menambahkan bahwa kebersamaan sederhana seperti inilah yang menjadi pengalaman paling berharga selama pelaksanaan TMMD di Desa Plumbungan.
Menyikapi hal ini, Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, menegaskan bahwa program TMMD memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pembangunan infrastruktur fisik.
“TMMD memiliki makna yang lebih luas daripada pembangunan fisik. Kedekatan dan kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan semangat gotong royong, ” tegasnya.
Ia menambahkan, hubungan harmonis yang terjalin selama pelaksanaan TMMD ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terus dijaga.
Di balik teras sederhana warung Bu Watik, tersimpan kisah tentang pengabdian, persaudaraan, dan kebersamaan yang tumbuh tulus di tengah masyarakat. Program TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen kembali membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya tentang jalan dan bangunan, tetapi juga tentang membangun hati dan harapan rakyat.
(Agung)

Updates.