SRAGEN - Suasana berbeda terlihat di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, Sabtu malam (16/5/2026). Setelah seharian berjibaku menyelesaikan pembangunan fisik program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, sejumlah anggota Satgas TMMD memilih menghabiskan malam bersama warga dalam kegiatan pengajian di Dukuh Terik Kalang.
Lantunan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat menggema dari sebuah rumah warga, menggantikan suara alat berat dan aktivitas pembangunan yang sejak pagi memenuhi desa. Di tengah suasana hangat itu, anggota Satgas TMMD tampak duduk bersila berdampingan dengan masyarakat tanpa sekat.
Pemandangan tersebut menjadi simbol nyata kedekatan antara TNI dan rakyat yang terbangun selama pelaksanaan TMMD. Program yang selama ini identik dengan pembangunan jalan, talud, dan fasilitas umum itu juga menghadirkan hubungan emosional yang semakin erat di tengah masyarakat.
Usai bekerja seharian di lapangan, para prajurit memilih membaur bersama warga, mengikuti pengajian dan berbincang santai dalam suasana penuh kekeluargaan. Kehadiran anggota Satgas di tengah masyarakat pun menghadirkan rasa aman dan kedekatan yang begitu terasa.
Ketua RT 18 Dukuh Terik Kalang, Edi Purwanto, mengaku terharu dengan sikap para anggota Satgas yang dinilainya sangat dekat dan peduli terhadap warga desa.
“TMMD kali ini benar-benar berbeda. Bapak-bapak TNI bukan hanya membangun jalan, tetapi juga hadir di kehidupan masyarakat. Mereka ikut mengaji, bercengkerama, bahkan sudah kami anggap seperti keluarga sendiri, ” ujar Edi Purwanto.
Menurutnya, keberadaan Satgas TMMD telah membawa suasana baru yang lebih hangat dan penuh kebersamaan di Desa Puro.
Sementara itu, Dansatgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P., menegaskan bahwa membangun hubungan sosial dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga membangun semangat gotong royong, mempererat persaudaraan, dan menjaga hubungan batin antara TNI dan rakyat. Pengajian bersama warga ini menjadi salah satu bentuk nyata kemanunggalan tersebut, ” tegasnya.
Kegiatan sederhana di malam hari itu menjadi bukti bahwa pengabdian TNI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur semata. Dari pengajian di sudut Desa Puro, tumbuh rasa kebersamaan, kepedulian, dan ikatan emosional yang akan terus dikenang masyarakat bahkan setelah program TMMD berakhir.
Di balik gelapnya malam desa, Satgas TMMD justru menyalakan cahaya kemanunggalan yang mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
(Agung)

Updates.