Ibu Sugiyem: Inspirasi Hijau Sragen dari Program TMMD

    Ibu Sugiyem: Inspirasi Hijau Sragen dari Program TMMD
    Seorang warga Dukuh Sidikan, Desa Puro, bernama Sugiyem, menjadi perhatian karena rutin merawat bibit pohon hasil penanaman Satgas TMMD sebagai bentuk dukungan terhadap penghijauan desa, Kamis (14/5/2026).

    SRAGEN - Di tengah terik matahari Sragen, sosok Ibu Sugiyem dari Dukuh Sidikan, Desa Puro, hadir membawa angin segar kepedulian lingkungan. Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, aksinya merawat bibit pohon menjadi bukti nyata semangat kolaborasi antara TNI dan masyarakat.

    Setiap pagi, tanpa kenal lelah, Ibu Sugiyem terlihat menggendong ember berisi air, menyiram satu per satu bibit pohon yang ditanam oleh Satgas TMMD. Ketelitiannya dalam memastikan setiap tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup menjadi inspirasi bagi banyak orang.

    “Kalau tidak dirawat dan disiram, tanamannya bisa mati. Saya ingin pohon-pohon ini tumbuh besar supaya lingkungan desa menjadi lebih hijau dan sejuk, ” ujar Sugiyem, Kamis (14/5/2026), dengan senyum tulus.

    Bagi Ibu Sugiyem, pohon-pohon yang kini menghiasi desa bukan sekadar tanaman biasa. Ia melihatnya sebagai aset berharga bagi masa depan, warisan yang harus dijaga bersama demi kelestarian lingkungan.

    Aksi sederhana namun penuh makna ini tak luput dari perhatian anggota Satgas TMMD. Mereka mengapresiasi tingginya partisipasi warga seperti Ibu Sugiyem yang menjadi kunci keberhasilan program penghijauan.

    “Pohon-pohon ini nantinya bisa membantu menjaga kualitas udara, mencegah erosi, dan membuat lingkungan desa lebih asri. Kami sangat mengapresiasi warga yang ikut merawatnya, ” ungkap Serda Duwi, salah seorang anggota Satgas TMMD.

    Program penghijauan ini merupakan bagian integral dari upaya TMMD dalam membangun desa secara berkelanjutan, melampaui pembangunan fisik semata, dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga alam.

    Harapan warga agar pohon-pohon ini tumbuh subur menjadi peneduh desa kini semakin nyata. Semangat gotong royong yang terjalin antara TNI dan masyarakat memperkuat ikatan kemanunggalan yang telah teruji.

    Kisah Ibu Sugiyem menjadi pengingat bahwa setiap partisipasi, sekecil apapun, dapat memberikan dampak besar. Keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari infrastruktur yang terbangun, tetapi juga dari tumbuhnya rasa memiliki dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dan hasil pembangunan yang telah dicapai bersama.

    (Agung)

    tmmd128 kodim0725sragen tmmd2026 sragen penghijauandesa gotongroyong beritajateng jateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Satgas TMMD Sragen: Humanis dan Sigap, Bantuan...

    Artikel Berikutnya

    Jalan Beton TMMD Sragen Naikkan Nilai Tanah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ngopi Bareng Warga, Danramil Karangmalang Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat
    Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Percantik Lokasi Penutupan TMMD ke-128
    DLH Sragen dan Satgas TMMD Bersinergi Poles Lokasi Penutupan TMMD
    Sentuhan Akhir TMMD: Taman Harmoni Sragen Makin Cantik
    Jalan Mulus Desa Puro Sragen Segera Diresmikan Pangdam IV/Diponegoro

    Ikuti Kami