SRAGEN - Di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen, kehangatan luar biasa terjalin antara anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen dan warga setempat. Di tengah hiruk pikuk pembangunan desa, sebuah warung sederhana milik Ibu Suwarti menjelma menjadi episentrum cerita yang mengharukan, tempat para prajurit menemukan jeda dari padatnya aktivitas lapangan.
Warung pecel yang berlokasi strategis tak jauh dari area proyek TMMD ini seketika menjadi primadona bagi para anggota Satgas. Di sanalah, di antara seporsi pecel lezat dan aneka gorengan, mereka kerap larut dalam obrolan santai, tawa riang, bahkan sesekali berdendang karaoke bersama warga, mengusir lelah usai bekerja keras. Momen kebersamaan ini terabadikan pada Senin (11/05/2026).
Suasana akrab tanpa sekat terasa begitu kental di warung mungil tersebut. Kehadiran para prajurit tidak hanya menyuntikkan semangat baru bagi masyarakat, tetapi juga memberikan denyut ekonomi yang berarti bagi para pelaku usaha mikro di sekitar lokasi TMMD.
Ibu Suwarti, sang pemilik warung, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Sejak program TMMD bergulir, warungnya tak pernah sepi pembeli, melebihi ramainya hari-hari biasa. Namun, di balik lonjakan rezeki itu, terselip pilu yang tak terbendung. Ia merasakan hangatnya kebersamaan dengan para prajurit akan segera usai.
"Setiap hari bapak-bapak TNI makan di sini. Warung jadi ramai dan alhamdulillah penghasilan juga bertambah. Tapi saya sedih karena tidak lama lagi TMMD selesai dan mereka akan pulang ke daerah masing-masing, " ujar Ibu Suwarti dengan mata berkaca-kaca.
Bagi Ibu Suwarti, para anggota Satgas TMMD bukan sekadar pelanggan yang datang dan pergi. Mereka telah menjelma menjadi bagian dari keluarga, layaknya saudara sendiri. Sikap para prajurit yang ramah dan bersahaja telah menciptakan kedekatan emosional yang mendalam dengan warga.
Pratu Anjas, salah satu anggota Satgas, turut mengamini kenyamanan yang ditawarkan Warung Pecel Bu Suwarti. Ia mengaku tempat itu menjadi favoritnya dan rekan-rekannya untuk melepas penat.
"Di sini kami bisa melepas penat setelah bekerja. Selain makanannya enak, kami juga merasa dekat dengan warga karena suasananya sangat kekeluargaan, " tutur Pratu Anjas.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen ini memang lebih dari sekadar pembangunan fisik. Ia telah menorehkan jejak emosional yang kuat, membangun jembatan komunikasi dan kedekatan antara TNI dan masyarakat melalui interaksi-interaksi sederhana yang sarat makna.
Kehadiran Satgas TMMD di Desa Puro telah membawa percikan kehidupan baru, tak terkecuali bagi para pelaku usaha kecil seperti warung makan Ibu Suwarti. Di balik gelak tawa dan percakapan ringan di warung pecel itu, pupuk kebersamaan tumbuh subur, mengukuhkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kini, saat program TMMD kian mendekati penghujungnya, nuansa haru mulai menyelimuti. Bagi Ibu Suwarti dan seluruh warga Desa Puro, para prajurit tidak hanya meninggalkan jejak pembangunan, tetapi juga kenangan manis dan kedekatan yang akan terukir abadi dalam ingatan.
(Agung)

Updates.