SRAGEN - Air mata kebahagiaan tak terbendung mengalir di pipi Pak Karno, warga Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, Kabupaten Sragen. Rumahnya yang rapuh, nyaris tak layak huni, kini mulai disulap menjadi hunian yang lebih baik berkat program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen, pada Selasa (12/5/2026).
Bagi Pak Karno, seorang buruh harian lepas, bantuan ini bukan sekadar bangunan fisik. Ini adalah jawaban atas doa panjang yang selama ini ia panjatkan untuk keluarganya.
Bertahun-tahun, Pak Karno berjuang melawan keterbatasan ekonomi. Penghasilannya yang tak menentu membuat hidupnya serba pas-pasan. Terkadang, ia pulang tanpa membawa sepeser pun, menyisakan perjuangan ekstra untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mempertahankan rumah sederhananya yang memprihatinkan.
Di tengah kesulitan itu, Pak Karno merasa sangat bersyukur memiliki anak yang tak pernah mengeluh. Sepulang sekolah, sang buah hati langsung bekerja di penggilingan padi milik kepala sekolah untuk membantu menambah penghasilan keluarga.
"Saya terharu karena dia tidak pernah mengeluh membantu keluarga, " tutur Pak Karno dengan mata berkaca-kaca.
Kisah perjuangan keluarga kecil ini akhirnya menemukan titik terang. Program RTLH TMMD Reguler Ke-128 Kodim 0725/Sragen hadir memberikan harapan. Rumah yang sebelumnya bocor dan tidak nyaman, kini perlahan bertransformasi menjadi tempat tinggal yang layak, sehat, dan aman.
Pak Karno mengaku tak pernah menyangka rumahnya akan menerima bantuan sebesar ini.
"Saya hanya bisa sujud dan bersyukur. Terima kasih kepada bapak-bapak TNI dan semua pihak yang sudah membantu kami. Ini seperti jawaban doa yang selama ini saya panjatkan, " ungkapnya lirih.
Program RTLH merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap masyarakat kurang mampu. Di luar pembangunan infrastruktur desa, TMMD juga berperan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan rumah layak huni dan berbagai kegiatan sosial lainnya.
Satgas TMMD Kodim 0725/Sragen berharap program ini dapat memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi keluarga penerima bantuan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Kisah Pak Karno menjadi bukti bahwa TMMD tidak hanya membangun fisik, tetapi juga menghadirkan secercah harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Di balik setiap bata yang tersusun, tersimpan cerita perjuangan seorang ayah, ketulusan seorang anak, dan semangat gotong royong yang menguatkan kemanunggalan TNI dan rakyat.
(Agung)
