Pagi Buta di Pasar Sragen: TNI dan Warga, Kekeluargaan dalam TMMD

    Pagi Buta di Pasar Sragen: TNI dan Warga, Kekeluargaan dalam TMMD
    Anggota Satgas TMMD, Pratu Febrianur dan Pratu Ferdi R.K, tampak mendampingi induk semang mereka, Ibu Sum, berbelanja kebutuhan dapur di Pasar Bunder pada Sabtu (16/5/2026) dini hari.

    SRAGEN - Di tengah heningnya subuh yang masih menyelimuti Bumi Sukowati, dua anggota TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, Pratu Febrianur dan Pratu Ferdi R.K, memulai hari dengan cara yang berbeda. Bukan di medan pembangunan, melainkan di keramaian Pasar Bunder Sragen pada Sabtu (16/5/2026) dini hari, mereka menemani Ibu Sum, sang induk semang, berburu kebutuhan dapur.

    Udara pagi yang dingin tak menyurutkan langkah mereka. Usai menunaikan salat subuh, rombongan kecil ini bergegas menuju pasar tradisional. Kehadiran mereka bukan sekadar menemani, namun juga turut andil dalam memilih sayuran segar dan lauk pauk yang kelak akan tersaji di meja makan para prajurit yang tengah berjuang membangun desa.

    Pratu Febrianur berbagi cerita, bahwa momen sederhana seperti inilah yang justru menjadi pengikat emosional terkuat antara TNI dan masyarakat.

    "Walaupun kegiatan TMMD cukup padat, momen seperti ini membuat kami semakin dekat dengan warga, terutama induk semang yang setiap hari membantu kebutuhan kami selama bertugas, " tuturnya dengan tulus.

    Bagi Pratu Febrianur, terlibat langsung dalam aktivitas keseharian warga adalah bagian tak terpisahkan dari upaya membangun komunikasi dan mempererat kebersamaan. Ini bukan hanya tentang proyek fisik, tapi tentang hati yang saling terhubung.

    Ibu Sum, yang rumahnya menjadi 'rumah kedua' bagi para prajurit, tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia melihat para prajurit ini bukan hanya sebagai tentara, tapi layaknya anak sendiri.

    "Mereka sudah seperti anak sendiri. Tidak hanya bekerja membangun desa, tapi juga mau membantu belanja dan ikut menyiapkan kebutuhan makan, " ungkapnya dengan senyum merekah.

    Upaya ini, menurutnya, krusial untuk menjaga variasi menu konsumsi dan yang terpenting, menjaga semangat juang personel yang tengah menjalankan tugas mulia di Desa Puro.

    Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen ini memang membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur. Ia adalah tentang merajut kemanunggalan TNI dan rakyat, melalui sentuhan sosial yang hangat dan kepedulian tulus.

    Kebersamaan yang terjalin di pagi buta Pasar Bunder ini menjadi cermin nyata. TMMD bukan hanya program pembangunan fisik semata, melainkan ruang sakral untuk mempererat tali persaudaraan dan membangkitkan semangat gotong royong yang telah mengakar kuat di sanubari masyarakat.

    (Agung)

    tmmd tni ad sragen jurnalistik sosial kebersamaan tmmd128 kodim 0725/sragen beritasragen sragenterkini
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Gotong Royong Membara: Satgas TMMD dan Warga...

    Artikel Berikutnya

    TMMD Sragen: Anak Desa Tertawa Riang Main...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ngopi Bareng Warga, Danramil Karangmalang Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat
    Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Percantik Lokasi Penutupan TMMD ke-128
    DLH Sragen dan Satgas TMMD Bersinergi Poles Lokasi Penutupan TMMD
    Sentuhan Akhir TMMD: Taman Harmoni Sragen Makin Cantik
    Jalan Mulus Desa Puro Sragen Segera Diresmikan Pangdam IV/Diponegoro

    Ikuti Kami