SRAGEN - Terik matahari yang menyengat di lokasi TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen tak menyurutkan semangat Cipto Suparno (74), warga Dukuh Purworejo, Desa Pelemgadung, Kecamatan Karangmalang. Di usia senjanya, pria lanjut usia itu masih terlihat ikut bekerja memikul batu padas untuk membantu pengerjaan pembereman bahu jalan di Desa Puro, Minggu (17/5/2026).
Dengan mengenakan kaus merah dan topi lusuh, Cipto berjalan perlahan sambil membawa batu di kedua tangannya. Keringat membasahi wajahnya, namun semangat gotong royong yang tertanam sejak lama membuatnya tetap bertahan membantu pekerjaan bersama anggota Satgas TMMD dan warga lainnya.
Pemandangan tersebut menjadi perhatian warga maupun personel TNI di lokasi TMMD. Di tengah keterbatasan usia, Cipto memilih tetap terlibat langsung dalam pembangunan desa yang nantinya akan dinikmati masyarakat.

“Selama masih kuat, saya ingin ikut membantu. Jalan ini nantinya untuk kepentingan bersama dan untuk anak cucu kami juga, ” ujar Cipto Suparno di sela aktivitasnya.
Bagi warga Desa Puro, sosok Cipto bukan sekadar masyarakat biasa. Ia dianggap sebagai simbol semangat pengabdian dan ketulusan dalam menjaga budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat desa.
Langkahnya yang perlahan namun penuh keyakinan memberikan pesan kuat bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan tidak mengenal batas usia.
Salah satu anggota Satgas TMMD, Samsul, mengaku kagum melihat semangat yang ditunjukkan Cipto selama proses pembangunan jalan berlangsung.
“Pak Cipto luar biasa. Di usia 74 tahun beliau masih ikut membantu pekerjaan di lapangan. Ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masyarakat masih sangat kuat, ” ungkap Samsul.
Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen sendiri terus menghadirkan pembangunan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Tidak hanya membangun infrastruktur desa, TMMD juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat melalui budaya kebersamaan dan kerja gotong royong.
Di balik debu dan tumpukan batu pembangunan jalan desa itu, hadir kisah sederhana tentang ketulusan seorang warga lanjut usia yang tetap memilih mengabdi untuk desanya. Semangat Cipto Suparno menjadi inspirasi bahwa gotong royong akan terus hidup selama masih ada kepedulian dan rasa memiliki terhadap sesama.
(Agung)

Updates.