Semangat Pengabdian TMMD: Arahan Danramil Jadi Perekat Prajurit di Desa Puro

    Semangat Pengabdian TMMD: Arahan Danramil Jadi Perekat Prajurit di Desa Puro
    Anggota Satgas TMMD tampak duduk melingkar mengikuti arahan dari Danramil 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, Minggu (10/05/2026).

    SRAGEN - Di tengah teriknya matahari dan debu pembangunan yang membumbung di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, ada sebuah pemandangan yang lebih menyejukkan hati. Bukan di lokasi pengecoran jalan yang riuh dengan suara alat berat, melainkan di bawah atap seng sederhana, para prajurit Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen menemukan sumber kekuatan mereka.

    Di sanalah, di sebuah pertemuan yang jauh dari kesan formal, Komandan Rayon Militer (Danramil) 02/Karangmalang, Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono, duduk melingkar bersama anak buahnya. Meja kayu usang, kursi plastik, dan secangkir kopi menjadi saksi bisu diskusi hangat yang membahas kemajuan pembangunan, tantangan di masyarakat, hingga strategi agar seluruh target TMMD tercapai dengan sempurna.

    Lettu Arh Ifa Aiwan Kristono tak hanya sekadar memberikan instruksi. Ia menanamkan nilai-nilai yang lebih dalam. Baginya, keberhasilan TMMD bukan hanya terukurnya beton dan aspal, melainkan terukurnya manfaat dan harapan yang berhasil ditanamkan TNI di hati warga.

    "Babinsa harus hadir bukan hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga menjadi saudara bagi masyarakat. Dengarkan kesulitan warga, bantu dengan hati, dan jadilah solusi di tengah kehidupan mereka, " tegas Danramil di hadapan anggota Satgas dan Babinsa Desa Puro, Serda Dwi Nur Mawoko, Minggu (10/05/2026).

    Suasana akrab tanpa sekat itu terasa begitu nyata. Setiap masukan dan kendala dari lapangan didengarkan dengan saksama, demi memastikan setiap jengkal pekerjaan berjalan optimal. Para prajurit, meski lelah oleh kerja keras setiap hari, memancarkan semangat pengabdian yang luar biasa. Mereka rela mengorbankan waktu bersama keluarga demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik, fasilitas umum yang memadai, hingga rumah layak huni bagi masyarakat Desa Puro.

    Bagi Serda Dwi Nur Mawoko, arahan sang Danramil menjadi suntikan motivasi yang tak ternilai.

    "Yang paling utama adalah menjaga kepercayaan masyarakat. Ketika warga merasa TNI hadir dengan tulus, maka kebersamaan dan gotong royong akan tumbuh dengan sendirinya, " ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa TMMD lebih dari sekadar program pembangunan tahunan; ini adalah momentum berharga untuk merajut kembali benang kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui sentuhan hati dan kepedulian yang tulus.

    Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen terus bergulir, menyentuh berbagai aspek kehidupan di Desa Puro, baik fisik maupun nonfisik. Di samping pembangunan jalan dan perbaikan rumah, Satgas TMMD juga aktif membangun komunikasi yang erat dengan warga dan turut serta dalam kegiatan sehari-hari mereka.

    Di balik setiap butir debu dan adukan semen yang terhampar, tersimpan kisah pengabdian yang lahir dari ketulusan hati. Sebuah pengabdian tanpa pamrih yang membuktikan bahwa kekuatan sejati TNI tidak hanya terpancar dari seragam dan disiplin, melainkan juga dari kedekatan emosional yang terjalin erat dengan rakyat.

    (Agung)

    tmmd reguler kodim sragen pengabdian tni kemanunggalan tni-rakyat pembangunan desa humanisme sragen jateng
    Agung widodo

    Agung widodo

    Artikel Sebelumnya

    Haru Ibu Sunarni: Rumah Reyot Berubah Jadi...

    Artikel Berikutnya

    Warung Pecel Bu Suwarti: Saksi Bisu Kehangatan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Ngopi Bareng Warga, Danramil Karangmalang Perkokoh Kemanunggalan TNI-Rakyat
    Gotong Royong Satgas TMMD dan Warga Percantik Lokasi Penutupan TMMD ke-128
    DLH Sragen dan Satgas TMMD Bersinergi Poles Lokasi Penutupan TMMD
    Sentuhan Akhir TMMD: Taman Harmoni Sragen Makin Cantik
    Jalan Mulus Desa Puro Sragen Segera Diresmikan Pangdam IV/Diponegoro

    Ikuti Kami