SRAGEN - Di tengah teriknya matahari dan debu pembangunan desa, muncul sosok prajurit yang tak hanya mengandalkan kekuatan fisik, namun juga kehangatan hati. Sertu Nurdin, anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, membuktikan bahwa seorang tentara bisa menjadi pilar kokoh dalam pembangunan sekaligus penyelamat perut rekan-rekannya.
Perannya melampaui sekadar pekerjaan fisik. Ketika rekan-rekannya sibuk menggarap proyek desa, Sertu Nurdin justru menjelma menjadi “chef dadakan” yang tak pernah absen di dapur lapangan. Pria kelahiran Makassar yang kini berdinas di Yon Arhanud 15 Semarang ini, tak hanya sigap dalam pembangunan, namun juga piawai meracik bumbu demi menyajikan hidangan lezat bagi seluruh anggota Satgas.
Pengalaman Sertu Nurdin di dunia kuliner bukanlah hal baru. Dulu, ia pernah mengemban amanah sebagai Bintara Pemasak (Bamak) di satuannya. Posisi ini menuntutnya untuk memastikan konsumsi prajurit, terutama yang masih lajang, selalu terpenuhi dengan baik. Kemampuannya dalam mengatur menu dalam skala besar, dengan cita rasa yang tetap terjaga, kini menjadi aset berharga di medan TMMD.
“Masakan memang terlihat tugas sederhana, tapi dampaknya besar untuk menjaga semangat teman-teman di lapangan. Kalau mereka makan dengan lahap, rasa capek ikut hilang, ” ujar Sertu Nurdin, Sabtu (16/5/2026).
Bagi rekan-rekannya di Satgas TMMD, kehadiran Sertu Nurdin di dapur lapangan selalu dinanti. Aroma masakan yang menggugah selera menjadi penambah energi setelah seharian bekerja keras membangun infrastruktur desa. Ia tak hanya mengisi perut, tapi juga menghangatkan suasana dan mempererat kebersamaan.
Tak hanya mahir di dapur, Sertu Nurdin juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Sikapnya yang sederhana dan kesediaannya membantu di berbagai lini membuat dirinya begitu dekat dengan lingkungan TMMD serta warga setempat.
Letkol Inf Dindin Rohidin, Dandim 0725/Sragen, menggarisbawahi pentingnya semangat kebersamaan dalam setiap pelaksanaan TMMD.
“Setiap anggota memiliki peran masing-masing. Ada yang bekerja di lapangan, ada yang mendukung kebutuhan logistik dan konsumsi. Semua saling melengkapi demi kelancaran program TMMD, ” ungkap Dandim.
Kisah Sertu Nurdin menjadi bukti nyata bahwa program TMMD bukan sekadar tentang membangun fisik semata. Ia adalah cerminan dari nilai-nilai luhur kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang terus hidup dalam setiap denyut pengabdian kepada masyarakat.
(Agung)

Updates.